@Cbsowl

boots metal, hati melayu

"sekarang kita kemana nih guys?"
"kita nongkrong aja disana gimana?"
"okelah..."

kami semua duduk berjajar. didekat kami ternyata ada gerombolan anak muda juga yang mampir dekat kami, dan mereka duduk tepat di belakang kami..

segerombolan anak muda itu duduk sejajar dengan pria-pria berotot, rambut kelimis rapih, memakai kaos terang dan juga ketat.. dan mereka cuman berduaan saja..

sesaat kami masuk, saya pun tanpa sengaja menjudge pria-pria tersebut dengan tatapan saya. tapi tidak lama hanya 1 sepersekian detik karena saya tidak mau terlalu membawa diri saya menghakimi mereka kedalam hati saya.

curi-mencuri dengar.. segerombolan anak muda yang masuk berbarengan dengan kami.. making fun of this guys. dan salah satu anak muda yang paling vocal bercandain pria-pria ini terhimpit dengan dia harus duduk tepat berada di sebelah mereka..



sedih saat pria-pria ini dipoyoki, dan menjadi bahan bulan-bulanan mereka, menjadi bahan topik bercandaan anak-anak muda yang mulutnya terlalu gatal untuk mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya. *like i told you before, mereka duduk bersebelahan?* dengan duduk bersebelahan ini sangat tidak mungkin sekali kalau pria-pria ini tidak mendengarkan apa yang tetangganya bicarakan dan tertawakan dengan mereka yang menjadi bahan..

ya, benar.. pria-pria ini diam tidak melawan.. sekalinya melawan cukup dengan tatapan maut saja..

ya, saya sebenernya tipe orang yang emang suka ngebercandain orang lain sebagai bahan sih emang.. tapi bukankah lebih terhormat jika bercandaannya hanya dilingkungan kita?

dikepala saya *ya kembali kepala saya berkata-kata*
ini cowo-cowo apakabar ya kalau bapak ibu nya tau yang mereka lalui sehari2 kaya gini?
apa kabar sama perasaan kakak perempuan ato adik laki-lakinya yang memikirkan mereka kalau mereka tahu hal seperti ini yang terjadi pada mereka? ini perjalanan hidup yang akan selalu mereka hadapi seperti dipoyoki orang, dipandang sebelah mata, dijudge dengan tatapan sepersekian detik?

huff..
sepertinya akhir-akhir ini saya terlalu banyak memikirkan perasaan orang yang bahkan saya sendiri gak kenal.
i blame on you ooo PMS!!! making me so damn mellowdramatic...

lalu setelah kami selesai makan.. teman saya mengajak kami semua buat bubar jalan..
salah satu kawan saya yang masih waras juga ternyata berkata
"sebenernya kasian orang-orang kaya mereka, mereka butuh teman.."
yup, like everybody does, they need someone to talk to, and being there for them..

huff again..

"yuk ah.."
"eh kita pisah disini aja ya? mobil parkir disana nih.."
dan saya berjalan sendiri menambah kemellow'an di hati ini dengan ditemani gerimis genit seperti menertawakan saya.. "bootsnya aja metal, hati sih masih melayu aja!"

Cheers,


4 comments

  1. perasaan yang wajar.jgn salahkan PMS ci haha..berarti hati ci owl masih murni karna peduli dengan situasi sekitar. so start from ourself jgn suka buli buli org yg lemah..hehehe ;) spread the love and peace.

    ReplyDelete
  2. Pria2 berotot??? Gua sih takut ya kalo ngejekin pria2 berotot...salah2 gua bisa kena smackdown!!! >_<

    ReplyDelete
  3. si keven keukeuh sama smackdown..

    oo nita such a sweet of you,, terkadang emang pms memunculkan sifat2 kewanitaan saya nit,haha.. JADI SELAMA INI APA? krik

    ReplyDelete
  4. hahha.. yes, lets blame pms. sgt bikin mood berantakan -_____-"

    ReplyDelete

i'd love to hear your thought :D